Alasan Mengecat Dinding Rumah Kurang Baik Menggunakan Warna Abu-abu


Sejak masuknya arsitektur canggih sekitar mula abad ke-20, abu-abu sudah menjadi tren warna yang diterapkan dalam desain interior. Baik guna hunian maupun tempat-tempat umum.

Bahkan sampai kini opsi cat abu-abu masih menjadi kesayangan di tengah tren hunian minimalis. Meski tampak bagus dalam segi estetika, tetapi ternyata warna itu mempunyai efek yang tidak cukup baik untuk kondisi psikologi seseorang.

Berdasarkan keterangan dari Claire Bond, seorang berpengalaman terapi warna asal Afrika Selatan, menjelaskan andai warna dipecah menjadi dua jenis, yakni color dan non-color. Abu-abu dan hitam masuk ke dalam kelompok non-color sebab keduanya tidak mempunyai energi laksana warna lain. Hal tersebut yang menciptakan abu-abu memiliki akibat yang tidak cukup baik.

“Secara psikologis, abu-abu tidak mempunyai energi yang dapat mendinginkan pikiran atau jiwa. Abu-abu dapat membuat kita merasa stuck dan tidak dapat memandang ke depan. Hal tersebut secara tidak langsung bakal menyulitkan kita dalam memungut keputusan-keputusan penting,” tutur Claire.

Claire menyarankan supaya abu-abu tidak dijadikan warna utama saat Anda mewarnai hunian. Sedikit tips darinya, warna itu harus dipadukan dengan warna beda yang lebih kuat, laksana merah, kuning, hijau, dan biru. Dengan begitu, bakal tercipta suatu energi positif untuk kesehatan psikologis Anda.

Sebagai opsi, Kansai Paint merilis warna Neutral of the Year, Ravine 62. Warna itu adalahhasil perpaduan antara abu-abu dan warna beige yang diandalkan dapat menyerahkan efek hangat, nyaman, dan tenang. Ravine 62 dapat dikombinasikan dengan warna-warna beda pada interior, dinding, atau furniture.

Alasan Mengecat Dinding Rumah Kurang Baik Menggunakan Warna Abu-abu